Kamis, 29 November 2012

ACCIDENT


On Sunday,There are three boys playing football.Their name is Jimmy,Eko and Hedi

Eko   :Wow,it is wonderful goal, Jimmy.
Hedi  :Fantastic
Jimmy: Yeah,I get it.Owh the ball wheel to the road
Eko   :Oh,my god.The road is very crowded
Hedi  :How we take it?
Jimmy:Be relax.I will take it
Eko   :Are you serious?
Hedi  :Are you joking? 
Jimmy:Yeah,maybe all of you think it impossible because it very crowded
Hedi  :Yes,you may take it but please becareful
Jimmt:Ok,I take it now
Jimmy walk to the road and wait until the road dear.A few second,the road clear.Jimmy take it.But suddenly,there are a quick driver.The driver calling other at mobile phone.

Eko   :Oh!!! it so bad!
Hedi  :Be quick jimmy!!
The driver dont see jimmy,and an accident happen,jimmy unconscious

Driver:Oh!!! that hurts!!!What will i do know?I will help him
Eko   :Jimmy!,please forgive us.We allow you to take the ball and its wrong way
Driver:Please forgive me! I dont want it happen,but i dont expect that I crash him
Eko   :The most important now is we must bring him to the hospital
Hedi  :Yes,do you want to bring him?
Driver:Of couse,I make the fault
They go to the hospita and a few minute,they arrive

Driver:Nurse,please help this guy
Nurse 1:Yes,please call the doctor
Nurse 2:Yes
After a few minute checking,the doctor get out from the doctor room

Driver :How the man condition?
Eko    :I hope he doesnt get serious problem
Hedi   :There are not a serious problem,arent it?
Doctor:Yeah,there are not serious problem here. only need rest,heonly need a rest for few days
Driver :Thats a relief
Eko   :Thaks god
Hedi :Thanks heaven
Next two days,Eko and hedi visit jimmy in the hospital

Eko   :How about you condition?
Jimmy:Thank you for your care.I feel better now
Hedi  :it,s good news
Doctor:The visit time is over.Jimmy need more rest now
Eko    :Get well soon jimmy
Hedi   :Ok see you next time
Jimmy:Bye!!!
Few days later,Jimmy's already well,and go to the school again.At the class....

Eko   :Bro,are you okay?
Hedi  :you look better
Jimmy:Of course
Eko   :I can't say how pleased I am
Hedi   :I'm glad you get well now
Suddenly Jack come...

Jack  :Hei!! Bro!!,are you okay? You look so strong now
Eko   :Please to the point,because your father my friend get accident
Jack  :So what?What do you want?
Eko  :Shut up you mouth
and they fighting now...

Hedi    :It's so hurt
Friends:His face,his stomache,Great!!,Fantastic,Super!!!
Hedi    :Please,dont fight anymore.H's not good
Jack   :Dont stop me!!!
Teacher come and break up a fight

Teacher:Stop!!!Stop!!!.why are you fighting?
Jack     :You first!!!
Eko     :No,you first!!!
Teacher:Stop!Stop! Please forgive one another now!!!
Eko      : Jack,I'm sorry
Jack     :Forgive me too
Hedi     :Oh,thanks god
Teacher:Ok,Continue study now! Hei jimmy you get well now?
Jimmy   :Yes
Teacher:God bless you
Finally jimmy study in the school and play with his friend.

The end 
 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 

 
 

Jumat, 23 November 2012

Students' Expression


This is our task about Expression

Surprise:
  • I find that very surprising
  • How very surprising
  • Fantastic!
  • What a Surprise
  • That is a surprise
  • I must say it surprises me
  • Fancy that
  • My goodness
Warn:
  • Beware!
  • Beware of ......
  • Watch out!
  • Look out!
  • Mind the traffic!
  • Beware of the wild animals
  • You must ......
  • Be carefull !
Advice:
  • Let me suggest you something ...
  • My advice is to becareful when ....
  • You could always....
  • Do you have an advice to me?
  • Why dont you...
  • Do you really i can do it?
  • Take it easy
  • Have you ever thought of ...?


Kamis, 08 November 2012

Introduce


I am Jimmy Rianto

That is my fullname

You can call me Jimmy

I am 16 years old

I was born In Pontianak 30 March 1996

I profess moeslim
I am student of SMAN 1 Pontianak

I am eleventh grade

My school is on Kalimantan street

I live at Sungai raya dalam street No.9

My hobby is playing badminton and play game 

My reason made this blog was to finish my English task

Allright,that’s all I can share to you.Thank you for visiting my blog

Minggu, 29 Juli 2012

Kota Pontianak

       Kota Pontianak adalah ibu kota Provinsi Kalimantan Barat di Indonesia. Kota ini juga dikenal dengan nama 坤甸 (Pinyin: Kūndiān) oleh etnis Tionghoa di Pontianak.
       Kota ini dikenal sebagai Kota Khatulistiwa karena dilalui garis lintang nol derajat bumi. Di utara kota ini, tepatnya Siantan, terdapat Tugu Khatulistiwa yang dibangun pada tempat yang dilalui garis lintang nol derajat bumi. Selain itu, Kota Pontianak juga dilalui Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia dan Sungai Landak. Sungai Kapuas dan Sungai Landak yang membelah kota disimbolkan di dalam logo Kota Pontianak.

 

Asal Nama

 

       Nama Pontianak dipercaya ada kaitannya dengan kisah Syarif Abdurrahman yang sering diganggu oleh hantu Kuntilanak ketika beliau menyusuri Sungai Kapuas. Menurut ceritanya, Syarif Abdurrahman terpaksa melepaskan tembakan meriam untuk mengusir hantu itu sekaligus menandakan di mana meriam itu jatuh, maka di sanalah wilayah kesultanannya didirikan. Peluru meriam itu jatuh di dekat persimpang Sungai Kapuas dan Sungai Landak, yang kini dikenal dengan nama Kampung Beting.

Sejarah

 

Masa Pendirian

 

          Kota Pontianak didirikan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie pada hari Rabu, 23 Oktober 1771 (14 Rajab 1185 H) yang ditandai dengan membuka hutan di persimpangan Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas Besar untuk mendirikan balai dan rumah sebagai tempat tinggal. Pada tahun 1778 (1192 H), Syarif Abdurrahman dikukuhkan menjadi Sultan Pontianak. Letak pusat pemerintahan ditandai dengan berdirinya Masjid Jami' (kini bernama Masjid Sultan Syarif Abdurrahman) dan Istana Kadariah yang sekarang terletak di Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur.

Sejarah Pendirian Menurut VJ. Verth

 

            Sejarah pendirian kota Pontianak yang dituliskan oleh seorang sejarawan Belanda, VJ. Verth dalam bukunya Borneos Wester Afdeling, yang isinya sedikit berbeda dari versi cerita yang beredar di kalangan masyarakat saat ini.
          Menurutnya, Belanda mulai masuk ke Pontianak tahun 1194 Hijriah (1773 Masehi) dari Batavia. Verth menulis bahwa Syarif Abdurrahman, putra ulama Syarif Hussein bin Ahmed Alqadrie (atau dalam versi lain disebut sebagai Al Habib Husin), meninggalkan Kerajaan Mempawah dan mulai merantau. Di wilayah Banjarmasin, ia menikah dengan adik sultan. Ia berhasil dalam perniagaan dan mengumpulkan cukup modal untuk mempersenjatai kapal pencalang dan perahu lancangnya, kemudian ia mulai melakukan perlawanan terhadap penjajahan Belanda.
         Dengan bantuan Sultan Pasir, Syarif Abdurrahman kemudian berhasil membajak kapal Belanda di dekat Bangka, juga kapal Inggris dan Perancis di Pelabuhan Passir. Abdurrahman menjadi seorang kaya dan kemudian mencoba mendirikan pemukiman di sebuah pulau di Sungai Kapuas. Ia menemukan percabangan Sungai Landak dan kemudian mengembangkan daerah itu menjadi pusat perdagangan yang makmur. Wilayah inilah yang kini bernama Pontianak.

Kolonialisme Belanda dan Jepang

 

        Pada tahun 1778, kolonialis Belanda dari Batavia memasuki Pontianak dengan dipimpin oleh Willem Ardinpola. Belanda saat itu menempati daerah di seberang istana kesultanan yang kini dikenal dengan daerah Tanah Seribu atau Verkendepaal.
Pada tanggal 5 Juli 1779, Belanda membuat perjanjian dengan Sultan mengenai penduduk Tanah Seribu agar dapat dijadikan daerah kegiatan bangsa Belanda yang kemudian menjadi kedudukan pemerintahan Resident het Hoofd Westeraffieling van Borneo (Kepala Daerah Keresidenan Borneo Barat) dan Asistent Resident het Hoofd der Affleeling van Pontianak (Asisten Residen Kepala Daerah Kabupaten Pontianak). Area ini selanjutnya menjadi Controleur het Hoofd Onderafdeeling van Pontianak atau Hoofd Plaatselijk Bestuur van Pontianak.
Assistent Resident het Hoofd der Afdeeling van Pontianak (semacam Bupati Pontianak) mendirikan Plaatselijk Fonds. Badan ini mengelola eigendom atau kekayaan Pemerintah dan mengurus dana pajak. Plaatselijk Fonds kemudian berganti nama menjadi Shintjo pada masa kependudukan Jepang di Pontianak.

 

Masa Stadsgemeente

 

        Berdasarkan besluit Pemerintah Kerajaan Pontianak tanggal 14 Agustus 1946 No. 24/1/1940 PK yang disahkan menetapkan status Pontianak sebagai stadsgemeente. R. Soepardan ditunjuk menjadi syahkota atau pemimpin kota saat itu. Jabatan Soepardan berakhir pada awal tahun 1948 dan kemudian digantikan oleh Ads. Hidayat.

 

Masa Pemerintahan Kota

        Pembentukan stadsgerneente bersifat sementara, maka Besluit Pemerintah Kerajaan Pontianak diubah dan digantikan dengan Undang-undang Pemerintah Kerajaan Pontianak tanggal 16 September 1949 No. 40/1949/KP. Dalam undang-undang ini disebut Peraturan Pemerintah Pontianak dan membentuk Pemerintah kota Pontianak, sedangkan perwakilan rakyat disebut Dewan Perwakilan Penduduk Kota Pontianak. Walikota pertama ditetapkan oleh Pemerintah Kerajaan Pontianak adalah Rohana Muthalib.

Masa Kota Praja

 

       Sesuai dengan perkembangan tata pemerintahan, maka dengan Undang-undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953, bentuk Pemerintahan Landschap Gemeente, ditingkatkan menjadi kota praja Pontianak. Pada masa ini urusan pemerintahan terdiri dari Urusan Pemerintahan Umum dan Urusan Pemerintahan Daerah.

Masa Kotamadya dan Kota

 

        Pemerintah Kota Praja Pontianak diubah dengan berdasarkan Undang-undang No. 1 Tahun 1957, Penetapan Presiden No.6 Tahun 1959 dan Penetapan Presiden No.5 Tahun 1960, Instruksi Menteri Dalam Negeri No.9 Tahun 1964 dan Undang-undang No. 18 Tahun 1965, maka berdasarkan Surat Keputusan DPRD-GR Kota Praja Pontianak No. 021/KPTS/DPRD-GR/65 tanggal 31 Desember 1965, nama Kota Praja Pontianak diganti menjadi Kotamadya Pontianak, kemudian dengan Undang-undang No.5 Tahun 1974, nama Kotamadya Pontianak berubah menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Pontianak.
Berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah di Daerah mengubah sebutan untuk Pemerintah Tingkat II Pontianak menjadi sebutan Pemerintah Kota Pontianak, sebutan Kotamadya Potianak diubah kemudian menjadi Kota Pontianak.

Pemerintahan

       Kota Pontianak dipimpin oleh seorang wali kota. Saat ini Walikota Pontianak dijabat oleh H. Sutarmidji, S.H., M.Hum. dengan Paryadi, S.Hut. sebagai wakilnya. Keduanya merupakan wali kota dan wakil wali kota pertama yang dipilih langsung setelah, dengan dukungan PPP dan PKPI, memenangkan 34,5% suara pada Pilkada 2008 lalu, mengalahkan enam pasangan kandidat lainnya. Hingga kini Kota Pontianak pernah dipimpin oleh:
No. Nama Status Wilayah Tahun Pemerintahan
1 R. Soepardan Syahkota Pontianak 1947–1948
2 Ads. Hidayat Burgemester Pontianak 1948–1950
3 Ny. Rohana Muthalib Burgemester Pontianak 1950–1953
4 Soemartoyo Kotapraja 1953–1957
5 A. Muis Amin Kotapraja/Kotamadya Pontianak 1957–1967
6 Siswoyo Kotamadya Pontianak 1967–1973
7 Muhammad Barir, S.H. Kotamadya Daerah Tingkat II Pontianak 1973–1978
8 T.B. Hisny Halir Kotamadya Daerah Tingkat II Pontianak 1978–1983
9 H. A. Majid Hasan Kotamadya Daerah Tingkat II Pontianak 1983–1993
10 R.A. Siregar, S.Sos. Kotamadya Daerah Tingkat II Pontianak 1993–1999
11 dr. H. Buchary Abdurrachman Kota Pontianak 1999–2008
12 H. Sutarmidji, S.H., M.Hum. Kota Pontianak 2008–sekarang

Geografi dan Pembagian Administratif

 


Pembagian administratif Kota Pontianak
Kota Pontianak terletak pada Lintasan Garis Khatulistiwa dengan ketinggian berkisar antara 0,1 sampai 1,5 meter diatas permukaan laut. Kota dipisahkan oleh Sungai Kapuas Besar, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Landak. Dengan demikian Kota Pontianak terbagi atas tiga belahan.
Struktur tanah kota merupakan lapisan tanah gambut bekas endapan lumpur Sungai Kapuas. Lapisan tanah liat baru dicapai pada kedalaman 2,4 meter dari permukaan laut. Kota Pontianak termasuk beriklim tropis dengan suhu tinggi (28-32 °C dan siang hari 30 °C).
Rata–rata kelembaban nisbi dalam daerah Kota Pontianak maksimum 99,58% dan minimum 53% dengan rata–rata penyinaran matahari minimum 53% dan maksimum 73%.
Besarnya curah hujan di Kota Pontianak berkisar antara 3.000–4.000 mm per tahun. Curah hujan terbesar (bulan basah) jatuh pada bulan Mei dan Oktober, sedangkan curah hujan terkecil (bulan kering) jatuh pada bulan Juli. Jumlah hari hujan rata-rata per bulan berkisar 15 hari.
Secara administratif, kota Pontianak dibagi atas enam kecamatan, yaitu Pontianak Selatan, Pontianak Timur, Pontianak Barat, Pontianak Utara, Pontianak Kota, dan Pontianak Tenggara, yang kemudian dibagi lagi menjadi 29 kelurahan.

Kependudukan

Berdasarkan sensus penduduk tahun 2000, penduduk Kota Pontianak berjumlah 554.764 jiwa, terdiri dari 277.971 (50,1%) laki-laki dan 276.793 (49,9%) perempuan
Suku bangsa penduduk Kota Pontianak terdiri dari Cina (31,2%), Melayu (26,1%), Bugis (13,1%), Jawa (11,7%), Madura (6,4%), Dayak, dan lainnya
Sebagian besar penduduk memeluk agama Islam (75,4%), sisanya memeluk agama Buddha (12%), Katolik (6,1%), Protestan (5%), Konghucu (1,3%), Hindu (0,1%), dan lainnya (0,1%).
Hampir seluruh penduduk Kota Pontianak memahami dan menggunakan Bahasa Indonesia dalam berkomunikasi. Namun bahasa ibu masing-masing juga umum digunakan, antara lain Bahasa Melayu Pontianak, Bahasa Tiociu, Bahasa Khek, dan bahasa daerah lainnya.

Ekonomi

 


Tanaman lidah buaya yang kini gencar diproduksi di Kota Pontianak

Matahari Mal, mal pertama di Kota Pontianak
Sebagian besar perekonomian kota Pontianak bertumpu pada industri, pertanian, dan perdagangan.

Perindustrian

 

Jumlah perusahaan industri besar dan sedang di Kota Pontianak yang telah terdata selama tahun 2005 adalah 34 perusahaan. Tenaga kerja yang diserap oleh perusahaan industri tersebut berjumlah 3.300 orang yang terdiri dari pekerja produksi 2.700 orang dan pekerja lainnya atau administrasi 600 orang. Perusahaan industri besar atau sedang yang terletak di Kecamatan Pontianak Utara menyerap tenaga kerja terbesar, yaitu 2.952 orang.
Nilai keluaran yang dihasilkan dari perusahaan industri besar atau sedang adalah sebesar 1,51 triliun rupiah, dimana perusahaan industri besar atau sedang yang berada di Kecamatan Pontianak Utara yang didominasi oleh perusahaan industri karet, sedangkan nilai keluaran yang terkecil berasal dari perusahaan yang terdapat di Kecamatan Pontianak Kota, senilai 2,85 milyar Rupiah.
Untuk Nilai Tambah Bruto (NTB) yang diperoleh dari seluruh perusahaan industri besar /sedang di Kota Pontianak selama tahun 2005 adalah sebesar 217,57 milyar Rupiah dan pajak tak langsung yang diperoleh adalah sebesar 462,78 juta Rupiah, sedangkan NTB atas Biaya Faktor yang diperoleh adalah sebesar 217,10 milyar Rupiah.
Jumlah unit usaha industri, tenaga kerja, besarnya nilai investasi dan nilai penjualan dari sentra industri kecil jenis Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan (IHPK) terlihat bahwa sentra industri kecil jenis IHPK terbanyak adalah usaha industri makanan ringan yang terpusat di Kelurahan Sungai Bangkong dengan tenaga kerja yang diserap sebanyak 329 orang, nilai investasinya mencapai 249,50 juta rupiah dan nilai penjualannya sebesar 780,50 juta rupiah. Sedangkan industri anyaman keladi air pada tahun 2005 ini hanya memiliki 16 unit usaha dengan nilai investasi 17,5 juta Rupiah dan nilai penjualan 110 juta Rupiah yang terletak di Tanjung Hulu, Pontianak Timur.

Pertanian

 

Pada tahun 2006, jenis tanaman pangan yang hasilnya paling besar adalah ubi kayu, padi, ubi rambat. Penduduk juga bertani sayuran dan lidah buaya. Tanaman buah-buahan yang banyak ada di Kota Pontianak adalah nangka, pisang, serta nanas.
Perternakan di kota Pontianak terdiri dari sapi (potong dan perah), kambing, babi, dan ayam (ras dan buras).

Perdagangan

 

Perdagangan merupakan salah satu usaha yang berkembang pesat di Kota Pontianak. Perdagangan modern mulai berkembang pada tahun 2001 dengan berdirinya Mal Matahari Pontianak di Pontianak Kota. Pusat perbelanjaan modern mulai dibangun di berbagai sudut kota, seperti Mal Pontianak dan Ayani Mega Mall Pontianak (Pontianak Selatan). Berbagai perusahaan retail nasional mulai mendirikan usahanya di Pontianak.

 

Pendidikan

 

Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta

  • AMIK Bina Sarana Informatika Pontianak
  • Politeknik Kesehatan Kemenkes Pontianak
  • Politeknik Negeri Pontianak
  • Politeknik Tonggak Equator (POLTEQ)
  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pontianak (STIEP)
  • Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pontianak
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Pontianak
  • STAIN Pontianak
  • Universitas Muhammadiyah Pontianak
  • Universitas Panca Bhakti
  • Universitas Tanjungpura
  • Universitas Widya Dharma Pontianak
  •  

Sekolah Menengah Atas

 SMA Bina Utama

  • SMA Gembala Baik
  • SMA Immanuel
  • SMA Kapuas Pontianak
  • SMA Muhammadiyah 1
  • SMA Muhammadiyah 2
  • SMA Negeri 1 Pontianak
  • SMA Negeri 2 Pontianak
  • SMA Negeri 3 Pontianak
  • SMA Negeri 4 Pontianak
  • SMA Negeri 5 Pontianak
  • SMA Negeri 6 Pontianak
  • SMA Negeri 7 Pontianak
  • SMA Negeri 8 Pontianak
  • SMA Negeri 9 Pontianak
  • SMA Negeri 10 Pontianak
  • SMA Panca Bakti
  • SMA Santo Paulus
  • SMA Santu Petrus Pontianak
  • SMA Wisuda
  • SMK Cinta Bumi Khatulistiwa (CBK)
  • SMK Immanuel
  • SMK Negeri 1 Pontianak
  • SMK Negeri 2 Pontianak
  • SMK Negeri 3 Pontianak
  • SMK Negeri 6 Pontianak
  • SMK Putra Khatulistiwa Pontianak
  • SMTI Negeri Pontianak

Pariwisata




Waterfront Kota Pontianak



Aksi Naga dan Barongsai saat Imlek di Kota Pontianak
Pariwisata Kota Pontianak didukung oleh keanekaragaman budaya penduduk Pontianak, yaitu Dayak, Melayu, dan Tionghoa. Suku Dayak memiliki pesta syukur atas kelimpahan panen yang disebut Gawai dan masyarakat Tionghoa memiliki kegiatan pesta tahun baru Imlek, Cap Go Meh, dan perayaan sembahyang kubur (Cheng Beng atau Kuo Ciet) yang memiliki nilai atraktif turis.
Kota Pontianak juga dilintasi oleh garis khatulistiwa yang ditandai dengan Tugu Khatulistiwa di Pontianak Utara. Selain itu kota Pontianak juga memiliki visi menjadikan Pontianak sebagai kota dengan pariwisata sungai.
Pontianak juga dikenal sebagai tempat wisata kuliner. Keanekaragaman makanan menjadikan Pontianak sebagai surga kuliner. Makanan yang terkenal antara lain:
  • Air Tahu dan Kembang Tahu, yang dikenal juga dengan susu soya
  • Bakcang (ketan yang dikukus dan diisi daging ayam, sawi asin, kacang tanah, dan ebi, terkadang ditambahkan lauk lainnya)
  • Bakpao (sejenis roti yang diisi dengan kacang hijau, ayam, sapi, atau babi)
  • Bubur Pedas
  • Chai Kwe (semacam pastel berisi bengkuang, kuchai, talas, atau kacang; ada yang dikukus dan ada yang digoreng)
  • Hekeng (daging goreng yang dibuat dari udang)
  • Hu Ju (tahu yang dengan kuah berwarna merah yang asin)
  • Ie atau Jan atau onde-onde (sup manis yang dibuat dari tepung kanji dengan bola-bola kecil berwarna merah dan putih)
  • Ikan asam pedas (sup ikan dengan bumbu asam-pedas)
  • Kaloci atau kue mochi (kue yang dibuat dari tepung kanji dan luarnya diselimuti kacang tanah, wijen, dan gula)
  • Keladi
  • Kengci Kwetiau (kwetiau goreng dengan lauk sayuran)
  • Ki Cang (ketan yang dikukus, digolongkan kue dan cara menikmatinya dengan menaburkan gula)
  • Kuan Chiang (sejenis sosis, berwarna merah kehitaman)
  • Kue Bulan atau Gwek Pia (kue yang diisi dengan kacang hijau)
  • Kwe Cap (sup dengan kulit babi, semacam kwetiau, tahu, kacang, dan kadang-kadang ditambah daging)
  • Kwe Kia Theng (sup dengan isi jeroan babi)
  • Kwetiau (sejenis mie, ada yang goreng dan kuah)
  • Lemang (ketan yang dibakar)
  • Lempok Durian
  • Minuman Lidah Buaya
  • Nasi Ayam (nasi campur dengan kuah khas dengan lauk ayam, babi, sayur asam, dan timun)
  • Nasi Capcai (nasi dengan banyak jenis sayur)
  • Pacri Nanas
  • Pekasam
  • Peng Kang (sejenis lemper, diisi ebi)
  • Pindang
  • Pwe Ki Mue atau bubur pesawat (bubur yang ditambahkan telur, daging babi, dan lemak dengan cita rasa khas)
  • Sambal Goreng Tempoyak
  • Tau Swan (sup kacang hijau ditambah potongan-potongan kue yang digoreng dan mirip kerupuk ca kue)
  • Sio Bi (seperti siomay, namun memiliki cita rasa tersendiri dengan sausnya yang juga berbeda rasanya)
  • Sotong Pangkong
  • Tun Koi (sup sari pati ayam dengan kunyit dan ginseng)
  • Yam Mi (sejenis mie namun sangat kecil dengan lauk khas di atasnya)

Hotel-hotel berbintang yang ada di pusat kota Pontianak adalah:
  • Hotel Aston (*4), Jl. Gajah Mada
  • Hotel Mercure (*4), Jl. A. Yani
  • Hotel Grand Mahkota (*4), Jl. Sidas
  • Hotel Kapuas Palace (*3), Jl. Imam Bonjol
  • Hotel Santika (*3), Jl. Diponegoro
  • Hotel Orchardz Gajah Mada (*3), Jl. Gajah Mada
  • Hotel Orchardz A. Yani (*3), Jl. Perdana
  • Hotel Kini (*3), Jl. Nusa Indah I
  • Hotel Peony (*3), Jl. Gajah Mada
  • Hotel Star (*3), Jl. Gajah Mada
  • Hotel Gajah Mada (*3), Jl. Gajah Mada
  • Hotel Garuda (*3), Jl. Veteran
  • Hotel Kapuas Dharma (*2), Jl. Imam Bonjol
  • Hotel Merpati (*2), Jl. Imam Bonjol
  • Hotel Grand Kartika (*2), Jl. Rahadi Oesman
  • Hotel Borneo, Jl. Merdeka
  • Hotel Orient, Jl. Tanjungpura
  • Hotel Queen, Jl. Hijas
  • Hotel 2000, Jl. Gajah Mada
  • Hotel 95, Jl. Imam Bonjol